Rangkasbitung – SMP Negeri 2 Rangkasbitung terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah implementasi praktik baik hasil kegiatan Komunitas Belajar Guru SMP Negeri 2 Rangkasbitung (KGS) tentang pemanfaatan Exambro berbasis Google Formulir dalam pelaksanaan asesmen sekolah.
Kegiatan berbagi praktik baik ini dilaksanakan pada bulan April 2026 dengan narasumber Bapak Bangun Jati Kusumo, S.Si., M.Pd. Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan penguatan terkait penggunaan Exambro sebagai media asesmen digital yang efektif, efisien, serta mendukung terciptanya budaya jujur dalam pelaksanaan ujian.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan komunitas belajar tersebut kemudian diimplementasikan secara menyeluruh dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) kelas IX dan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) kelas VII dan VIII di SMP Negeri 2 Rangkasbitung.
Dukungan Kepala Sekolah terhadap Inovasi Pembelajaran
Keberhasilan pelaksanaan asesmen berbasis Exambro tidak terlepas dari dukungan penuh Kepala SMP Negeri 2 Rangkasbitung, Bapak Nasaruddin, S.Pd., M.Pd. Sebagai pemimpin pembelajaran, beliau senantiasa mendorong seluruh guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran maupun asesmen.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan Komunitas Belajar Guru SMP Negeri 2 Rangkasbitung, pemberian kesempatan kepada guru untuk mengembangkan praktik baik yang diperoleh, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan asesmen berbasis digital.
Melalui kolaborasi antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, panitia, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik, implementasi Exambro dapat terlaksana dengan baik dan memberikan pengalaman baru dalam pelaksanaan asesmen di sekolah.
Langkah Nyata Menuju Asesmen Digital
Pemanfaatan Exambro dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mengoptimalkan penggunaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki sekolah.
Selain mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan, penggunaan Exambro juga mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan sehingga lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, sistem ini memberikan perlindungan terhadap integritas asesmen karena peserta didik tidak dapat berpindah ke aplikasi lain selama ujian berlangsung.
Ketua Pelaksana ASAJ dan ASAT, Dodi Suhendar, M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara matang. Panitia mengumpulkan soal dari setiap guru mata pelajaran, menyusunnya dalam Google Formulir, mengatur token keamanan, mengonfigurasi aplikasi Exambro, hingga melaksanakan simulasi bersama peserta didik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat, jaringan internet, serta pemahaman siswa terhadap mekanisme pelaksanaan asesmen berbasis digital.
Pengalaman Guru dalam Pelaksanaan ASAT Berbasis Exambro
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh tim jurnalistik sekolah pada tanggal 10 Juni 2026, para guru memberikan respons positif terhadap penggunaan Exambro.
Rina Purnawati, S.Pd., guru mata pelajaran IPS, menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen menggunakan Exambro terasa lebih efektif dibandingkan ujian berbasis kertas.
“Pelaksanaan dengan menggunakan Exambro lebih efektif, lebih tertib, kemudian siswa lebih serius mengerjakannya,” ungkap beliau.
Menurut beliau, peserta didik menunjukkan tingkat kedisiplinan dan kemandirian yang baik karena sejak awal telah diberikan pengarahan mengenai aturan dan langkah-langkah penggunaan aplikasi.
Terkait kendala yang ditemui, beliau menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa peserta didik yang menggunakan perangkat dengan spesifikasi kurang mendukung atau mengalami gangguan jaringan. Namun, sekolah telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan komputer sebagai perangkat cadangan.
Beliau juga menilai bahwa Exambro mampu mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih jujur.
“Dengan Exambro, siswa tidak dapat membuka aplikasi lain sehingga mereka lebih fokus dalam pengerjaan,” jelasnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Sumaryani Rita Susilowati, M.Pd., guru mata pelajaran Bahasa Inggris.
“Penggunaan Exambro cukup tertib dan efektif karena siswa tidak dapat mengakses aplikasi lain yang dapat membantu mereka menjawab soal,” tuturnya.
Beliau berharap penggunaan Exambro dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya digunakan pada asesmen akhir, tetapi juga dalam asesmen formatif maupun sumatif pada kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Respons Positif dari Peserta Didik
Implementasi Exambro juga mendapatkan tanggapan positif dari peserta didik.
Muhamad Abqori Al Isham mengungkapkan bahwa penggunaan Exambro memberikan pengalaman yang berbeda karena peserta didik tidak dapat membuka notifikasi maupun menggunakan aplikasi penerjemah selama asesmen berlangsung.
Meskipun sempat merasa terkejut pada awal pelaksanaan, ia mengaku setuju jika Exambro kembali digunakan pada asesmen berikutnya karena dapat membantu mengurangi praktik menyontek.
Sementara itu, Annisa Anggraeni, menyampaikan bahwa pelaksanaan ASAT menggunakan Exambro terasa menyenangkan dan memuaskan.
Menurutnya, penggunaan aplikasi tersebut membantu menciptakan pelaksanaan ujian yang lebih jujur karena mampu mengurangi berbagai bentuk kecurangan.
Ia berharap Exambro dapat terus digunakan pada pelaksanaan asesmen di masa mendatang agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik.
Hal senada disampaikan oleh Titandrya Taufiqullah, siswa kelas VIII H.
“Saya sangat setuju jika Exambro digunakan kembali karena dapat menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan Exambro dapat meminimalkan berbagai upaya untuk mencari jawaban melalui internet maupun aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Sementara itu, Reivan Aziz Jutansyah menilai bahwa Exambro memberikan rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan asesmen.
Ia mengungkapkan bahwa sistem yang mengunci aplikasi membuat peserta didik lebih fokus dalam mengerjakan soal. Namun demikian, ia berharap berbagai kendala teknis yang masih ditemukan dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan asesmen selanjutnya dapat berjalan lebih optimal.
Menuju Asesmen yang Efektif, Efisien, dan Berintegritas
Pelaksanaan ASAJ dan ASAT berbasis Exambro di SMP Negeri 2 Rangkasbitung menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari budaya belajar bersama mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Asesmen tidak lagi hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik.
Ke depan, SMP Negeri 2 Rangkasbitung berkomitmen untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan melalui peningkatan kualitas jaringan internet, optimalisasi sarana pendukung, serta penguatan kompetensi guru dalam menyusun asesmen yang inovatif dan bermakna.
Melalui semangat kolaborasi dalam KGS, SMP Negeri 2 Rangkasbitung berharap dapat terus menghadirkan berbagai praktik baik yang berdampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Transformasi digital bukan sekadar tentang penggunaan teknologi, melainkan tentang bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran dan asesmen yang lebih efektif, efisien, serta berintegritas demi mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.







